Salah siapa?

Standard

Sepiring of  Nasi Goreng pagi ini  –


Kalo biasanya Vlogger bilang “Hello guys, welcome back to my video channel” setelah itu muncul cuplikan-cuplikan video mereka lagi jalan-jalan, makan, nonton, dating, dan ohh segala sesuatu yang Continue reading

Mood boster by gw

Image

Rainbow troops

Orang cerdas memahami konsekwensi dari setiap jawaban dan menemukan bahwa di balik sebuah jawaban tersembunyi beberapa pertanyaan baru. Pertanyaan baru tersebut memiliki pasangan sejumlah jawaban yang kembali dan akan membawa  pertanyaan-pertanyaan baru dalam deretan eksponensial. Sehingga mereka yang benar-benar cerdas kebanyakan rendah hati, sebab mereka gamang pada akibat dari sebuah jawaban. Konsekwensi-konsekwensi itu mereka temui dalam jalur-jalur seperti labirin, jalur yang jauh menjalar-jalar , jalur yang tidak di kenal lotus antah berantah, tiada berujung, mereka mengarungi jalur pemikiran ini, tersesat jauh di dalamnya, sendirian.

Godaan-godaan besar bersemayam di dalam kepala orang-orang cerdas. Di dalamnya gaduh karena penuh dengan skeptisisme. Selesai menyerahkan tugas kepada dosen, mereka selalu tidak puas, selalu merasa bisa berbuat lebih baik dari apa yang telah mereka presentasikan. Bahkan ketika mendapat nilai A plus tertinggi, mereka masih saja mengutuki dirinya sepanjang malam.

Orang cerdas berdiri dalam gelap, sehingga mereka bisa melihat sesuatu yang tak bisa di lihat orang lain. Mereka yang tidak di pahami oleh lingkungannya, tererangkap dalam kegelapan itu. Semakin cerdas, semakin terkucil, semakin aneh mereka. Kita menyebut mereka : orang-orang yang sulit. Orang-orang sulit ini tidak berteman, dan mereka berteriak putus asa memohon pengertian. Di tambah sedikit saja dengan sikap introvert, maka orag-orang cerdas semacam ini tak jarang berakhir di sebuah kamar dengan perabot berwarna teduh dan musik klasik yang terdengar lamat-lamat, itulah ruang terapi kejiwaan. Sebagian dari mereka amat menderita.

Sebaliknya, orang-orang yang tidak cerdas hidupnya lebih bahagia. Jiwanya sehat walafiat. Isi kepalanya damai, tenteram, sekaligus sepi, karena tak ada apa-apa di situ, kosong. Jika ada suara memasuki telinga mereka, maka suara itu akan terpantul-pantul sendirian di dalam sebuah ruangan yang sempit, berdengung-dengung sebentar, lalu segera keluar kembali melalui mulut mereka.

Jika menyerahkan tugas, mereka puas sekali karena telah berhasil memenuhi batas akhir, dan ketika mendapat nilai C, mereka tak henti-hentinya bersyukur karena telah lulus.

Mereka hidup di dalam terang, sebuah senter menyiramkan sinar di atas kepala mereka dan pemikiran merala hanya sampai pada batas lingkaran cahaya senter itu. Di luar itu adalah gelap. Mereka selalu berbicara keras-keras karena takut akan kegelapan yang mengepung mereka.

Bagi sebagian orang, ketidaktahuan adalah berkah tak tekira.

*remember this?

June, 13 2017. Nanti.

Standard

Sebelum belajar, tutor-tutor Zeni teriak-teriak gini.

Kuncinya tinggal siapa yang berani keluar dari zona nyaman, berani berkomitmen untuk belajar lebih keras untuk belajar materi belum pernah disentuh, berani mengorbankan lebih banyak waktu, tenaga, perhatian serta kegiatan-kegiatan lain untuk bisa FOKUS konsentrasi belajar demi menentukan masa depan lo sendiri !

dan gue kegampar tiap hari. nangis tiap malam. nggabisa tidur. Merasa sibuk karena tugas, merasa ngga punya waktu, padahal kadang, gue cekikikan di kamar bareng teman.

Semakin takut, tapi ..  entah.

Fix your mind, Moslem !

Standard

Dengan menutup aurat, secara nggak langsung kita dituntut untuk jadi role model yang baik. Wajar saja kalo ada muslimah bertingkah aneh terutama di media sosial, netizen pada ribut. Sementara kalo yang aneh itu orangnya nggak kerudungan, mereka adem ayem aja. Itu karna yang nggak nutup aurat itu terlalu mainstream. Udah berjamur. Mau gini gitu netizen cuek.

Nah, muslimah.. untuk jadi role model yang baik tentu nggak mudah. Apalagi kita sebagai cewek udah girl nature banget ingin dilihat, dipuji dsbg. Eit, Tapi disitulah  kita dites. Allah mau tahu kita serius nggak move on nya. Makanya, sebisa mungkin kita baikin diri, nggausah terlalu baperan, manja, cengeng, dikit-dikit pamer ke media sosial.

Ya emang, Wajar sih kalo kita ngeluh, tapi tempatnya salah. Masa nggak tahu, kita tuh udah disediain bahu sama Allah. Mau nangis semalaman, Allah nggak bakal pergi. Selagi kita ngadunya dengan cara yang baik, Allah pasti bantu, minimal dikasih ketenangan.

Trus buat orang yang suka ngomong gini “Eh lu, mending nggausah kerudungan kalo hati lu masih jelek, perbuatan lu kotor, mending lu kerudungin dulu hati lu”.

Pardon, sebaiknya lurusin pikiran kayak gitu. Dosanya macem-macem tahu. udah bikin cewek pada malas berhijab, diskriminasi pula.

Nah lo? Iya, karena itu biasakan mikir adil, mentang-mentang kerudungan jadi kita dihapus dari spesies manusia gitu? Nggak kan, kita punya hawa nafsu, punya keinginan juga kaya orang lain, apalagi ditambah dengan kehadiran setan yang maha terkutuk, wajar lah kalo yang kerudungan lakuin kesalahan. Human nature. Lagipula, dengan berjilbab kita udah tunaikan satu kewajiban. Jadi insya Allah kita nggak nanggung dosa bermacam-macam.

-hari gini percaya dosa? Kolot banget-

Huhfftt,

Yang ini rada sensitif sih kalo dibahas. Eh, terserahlah yang penting udah dijelasin dalam Al-Qur’an, orang xxx itu tuli, bisu, & buta. Silahkan cek Q.S Al Baqarah : 18, mau kita bilangin sampe ileran ya percuma, mereka nggak bakal percaya. Udah tertutup hatinya.

Tapi ingat boy, bumi udah tua, manusia udah banyak yang nggak ‘waras’, susah diatur, Ilmuan juga pada pusing nyari bumi ke dua. Ya soal waktu aja semuanya hancur. Game over, tinggal tunggu bagian atas perbuatan kita masing-masing.

Btw muslimah, udah dibelain, jangan jadiin pembelaan ini sebagai sarana buat lakuin hal-hal aneh. Nanti sy diadili. Dan yang kegampar bacanya maaf ya, tapi itu sebenarnya kabar baik, signal kalo ternyata masih ada iman yang terselip di hati.

Blogging? Apa yang kamu posting?

Standard

Pertanyaan ini terngiang-ngiang + mutar-mutar di layar laptop tiap aku mojok di laman blog.

Sudah lama pakai Blogger bikin aku mikir, ngapain punya blog kalo isinya ngga jelas trus ngga pernah di update? Menuhin sampah di internet.

*Jedar*

Mikir kaya gini nendang aku sampe akhirnya aku mutusin untuk mulai semuanya  dari awal. Iya sebenarnya sayang kalo mau ngulang semuanya ngingat usia blogku yang sudah masuk tiga tahun. Tapi pas aku cek lagi konten-kontennya, aku jadi pengin ketawa terus soalnya isinya baperan semua dan tentu ngga guna buat kamu yang baca.

Yaudah  pas habis cek kontennya, dengan mantap aku pergi ke Account Settings > General > Delete Account.

Oke. Terhapus.

Habis itu? Aku nangis.

Ahaa, enggak deng, habis itu aku pergi niggalin Blogger buat cari website baru yang bisa nampung tulisanku. Dan kemaren itu, pas banget WordPress hadir dengan cantik-cantiknya.

Sebenarnya sesuatu yang bikin aku reset semuanya bukan cuma isinya, tapi juga tampilannya. Blog yang kemaren tampilannya luar biasa kusam banget. Jangankan baca, untuk mampir saja mungkin orang ogah.

Tampilan yang aku maksud itu template, kalo di HP mungkin seperti theme gitu. Jadi blog kita tuh tampilannya bisa keren kalo kita cerdas ngoding HTML, dan ini rada ribet apalagi bagi orang seperti aku yang nggak tekun-tekun amat, tentu ngoding tuh butuh keahlian + ketelitian.

So i decided to move on Wordpess, soalnya banyak template bawaan yang lebih fresh, responsible, simple dan tentunya disediakan secara gratis. Cuma bedanya, di WordPress kita ngga bisa ganti template bawaan sesuka hati. Bisa sih, asal upgrade ke WordPress.Org dan ini premium. That’s mean you have to pay it for rent.

Uh, jauh banget pembahasannya. Balik lagi.

Nah setelah aku nemuin ‘rumah baru’ aku cari motivasi-motivasi buat nulis. Aku sering blog walking, buat nambah-nambah wawasan. Kemaren juga Pas buka buku-buku diary, aku ketemu buku lama yang umurnya sama seperti  umur aku berhijab. Kurang lebih 4 tahun. Beberapa isinya seperti ini,

“At the first me make habits, and at the last habits make us.”

 “jika kau bukan anak seorang raja, dan bukan ulama besar, makan menulislah” (Imam Al – Gazhali),

”… Dan sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia.” (HR. Thabrani dan Daruquthni)

“Lu, apa yang lu tulis dan apa yang lu baca” (unknown).

“Ilmu yang kalian dapat disini akan mubazzir kalo nggak dibagiin ke orang lain” (Bu Dinul)

Oh iya, aku juga pernah denger ustadz ceramah nih, katanya Rasulullah pernah memprediksikan, kurang lebih intinya kaya gini, nanti setelah zaman sedang maju-majunya, zaman akan balik lagi ke zaman dulu. Berarti, ngga ada lagi internet. *bom*

Nah, karena aku muslim dan aku beriman kepada Rasul Allah sesuai rukun iman. Berarti aku harus percaya. Aku juga takut, tapi itu kata rasul Allah, Muhammad.  Mau di apa lagi.

Mumpung internet masih ada, quota masih ada, dan  masih sehat walafiat. Bismillah sajalah, Semoga isi blog ku bisa berguna bagi kalian.

Disclaimer : Kalo bahasaku ngga jelas, ngga sesuai aturan tulis menulis yang benar, dan penggunaan kosa-katanya rada labil , Maklumin aja ya, aku bukan penulis kawakan, masih butuh banyak latihan . Trus kalo ada orang tua yang mampir ke blog ini maafkan ketidaksopananku ya kakak, om, tante, karena aku nulis blog ini dengan asumsi kalo pembacaku sebaya.  Aku pake kata aku-kamu untuk sapaan, biar lebih enak transfer infonya, kesannya juga ngga terlalu kaku, trus kalo ada kesalahan dalam informasi yang aku bagikan, tolong komentar. Jangan ragu. 🙂

Wassalam.