Hanitis Got it, you?

Standard

Oleh Mbak Hanitis

Saudari-saudariku yang cantik mempesona, sebelumnya aku tekankan, di sini aku cuma pengen menyampaikan pendapatku saja. Ngga ada maksud ngejudge atau memojokkan pihak tertentu. Aku ngga sempurna, ilmu agama juga masih kurang. Postingan ini juga bentuk evaluasi diriku, bukan karena aku ngerasa benar. Jadi, mohon maaf apabila ada kata yang menyinggung. Mohon maaf atas kesalahan yang tidak sadar aku lakukan T,T

***

Beberapa tahun lalu, awal aku memutuskan untuk berjilbab, busana muslimah itu masih kurang variasinya. Ngga modis gitu lho buat anak muda. Nah, beda dengan trend hijabers jaman sekarang. Kurang lebih dua tahun belakangan ini busana muslimah berkembang pesat. Dulu kain jilbab boring banget, kebanyakan gelap. Kesannya kuno, ngga modis, kusam, suram, tua, dan lain-lain. Sekarang kain untuk dijadikan jilbab banyak banget yang lucu-lucu. Apalagi sejak hijabers community dibentuk, cewe-cewe jadi punya panduan dalam berbusana yang modis, namun tetap syar’i katanya.

Dulu ni ya, keputusan untuk menggunakan jilbab itu terasa berat buat sebagian orang. Ketakutan-ketakutan seperti orangtua melarang, aku-ngga-jago-ngaji, aku-tomboy, ntar dibilang sok suci, ntar jodohnya seret, susah dapat kerja, susah dapat teman, ntar dibilang teroris, ngga punya duit buat beli baju panjang, daaan sebagainya lumayan menggoyahkan niat seseorang untuk berjilbab. Sekarang sih alhamdulillah cewe-cewe pada banyak yang berjilbab karena sekarang jilbab sudah ngga dipandang aneh lagi.

Ah kalo aku mau jilbabin hati dulu biar ngga kayak kamu, jilbaban tapi attitude-nya ngga bisa dijaga.

T.T Ngomong-ngomong, setahu aku ya, dalam agama Islam, semuanya pasti tahu berjilbab itu hukumnya wajib bagi wanita. Kalau dianalogikan, apa bisa kita pake dalih “mau benerin hati dulu, baru sholat.” Kan ngga bisa, soalnya sholat itu wajib. Ya sama, jilbab itu juga wajib lho you guys. Jadi, saudari-saudariku yang cantik, berjilbab itu hukumnya wajib dan ngga ada hubungannya dengan kondisi hati seseorang.

Pengen sih pake jilbab, tapi sholat aja masih bolong-bolong, ngaji aja jarang, masih pacaran, dst dst dst. Ntar apa kata orang.

Hai cantik, mau sampai kapan kayak begitu? Sedangkan ajal itu datangnya tiba-tiba (ini ngutip nasehat temen yang juga jleb di aku hahahahaha) :)) By the way, aku juga ngga sempurna kok jilbabnya, sholat masih ngga tepat waktu, ngaji juga kayak orang nge-rap. Tapi kalau kita ngga melangkah, kita bakal di situ-situ aja.

Ehm. Lanjut ke bahasan selanjutnya.

Kemarin, gatau kenapa, aku iseng googling tentang hijabers community.

Hijabers Community was founded on November, 27th, 2010 in Jakarta, Indonesia. Around 30 women from different backgrounds and professions were gathered together to share their visions to form a community that insyaAllah will accommodate events related to hijab and muslimah. From fashion to islamic studies, from hijab style to learning Islam, anything that will make us a better muslimah insyaAllah. And it is hoped through this community, every muslimah can meet new friends, get to know each other and learn from each other.

So what are you waiting for? Join our community, meet new friends, learn new things, let’s be role models, join Hijabers Community!

Pertama baca, pandanganku langsung tertuju ke kata fashion, hijab style, dan role models. Anyway, anggota hijabers community ini menunjukkan bahwa jilbab itu ngga kuno. Kita masih tetap bisa modis dan cantik dengan menggunakan jilbab. Kreasi-kreasi jilbab dan busana dilakukan agar muslimah tetap merasa nyaman berjilbab, namun tetap syar’i, sesuai Al-quran dan Hadist. Betul tidak?

Berawal dari aku memfollow @gadisberjilbabb dan @pedulijilbab tahun ini. Berkat akun-akun itu, aku jadi lebih tahu jilbab syar’i seperti apa. Tahu, tapi belum paham dan sadar :)) Sebelumnya yang aku tahu ya kalo jilbab itu nutupin rambut dan dada, pakaian ngga boleh ketat. Udah segitu doang.
Hanya saja, gatau kenapa (^^) baru hari sabtu kemarin aku bener-bener niat browsing tentang hijabers community itu sendiri, foto-foto mereka, serta pendapat dan kajian orang-orang mengenai jilbab modis tersebut. Sebelumnya, menurutku sah-sah aja pake jilbab tapi tetap modis. Kan Allah menyukai keindahan. Pake dress dan jeans juga menurutku udah menutup aurat. Tapi, kemaren abis browsing sana sini mengenai pembahasan jilbab syar’i versus jilbab modis, hati kecil ngga bisa bohong. Kayaknya ada yang salah dari caraku berjilbab. Apa ya? ( ._.)

…ketemulah tumblr gadisberjilbab yang nyentil, nendang, dan gampar aku untuk ke arah yang lebih baik tentunya, insya Allah.

Yah mungkin semua orang sudah tahu, tapi belum paham dan belum diamalkan. Termasuk akuuu \(^^)/ hehehehe. Pada hakikatnya, jilbab itu menutup, bukan membungkus. Apa aja yang harus tertutup? Semuanya, kecuali wajah dan telapak tangan (ngetik sambil kegampar). Kenapa kegampar? Karena jilbabku masih membungkus rambut dan leher. Celana jeansku masih membungkus kaki.

Lho? Kok rambut dan leher juga? Kan kalo pake jilbab otomatis lehernya juga tertutup.

Ihh kamu nii… >.< Hihi jadi aku baru sadar pas bulan Ramadhan tahun ini. Ada kultwit tentang ciput ninja. Jadi gini, fungsi kain penutup alias khimar itu adalah menutup kepala, rambut, leher, dan dada. Nah, kalo pake ciput ninja, leher kita masih ngebentuk kan? Yang berarti terbungkus, bukan tertutup. Begitu pula dengan rambut yang dicepol, maka akan ngebentuk seperti punuk unta T.T

Teruuus, selain ngebungkus kaki, celana jeans juga menyerupai pakaian laki-laki dan sudah jelas muslimah dilarang menggunakan pakaian yang menyerupai laki-laki.

Sebenernya kenapa Allah nyuruh kita berhijab sih? Kok malah ngekang gitu?

Yang perlu kita pahami dan sadari, hijab itu diwajibkan bagi muslimah untuk keamanan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Yah, intinya Allah menurunkan perintah berhijab juga karena Dia sayang sama kita. Jadi, yang perlu disadari adalah kita butuh hijab untuk kebaikan kita, bukan untuk mengekang. Pembahasan tentang tujuan dan kebaikan hijab banyak dibahas di situs gadis berjilbab. Cek aja ke sana (^^) pembahasannya mudah dipahami dan tidak menggurui.

Balik lagi ke trend hijabers. \(^^)/

Jilbab syar’i yang sesuai Al-Quran dan Hadist itu bukan merupakan perhiasan, tidak tipis dan menerawang, tidak ketat, tidak mencolok, dan bukan untuk ajang pamer 😥 Nah, aku sendiri jilbaban sepertinya masih mencolok lho 😥 karena aku suka pake jilbab atau baju dengan warna-warna yangmungkin kelewat cerah :))

Sampai akhirnya aku menyimpulkan, kalau jilbabku belum syar’i masih jilbab-jilbaban -___-

Yah gitu deh kalo pikirannya old fashion. Sekarang kita harus mengikuti perkembangan zaman. Jadi, jilbab pun mesti kita sesuaikan dengan fashion, tren, dan yang paling penting gimana caranya biar kita tetap terlihat cantik dan nyaman dalam berjilbab. 

Kemaren aku masih ada pikiran seperti itu ( ._.) Tapi, yang namanya fashion dan trend itu selalu berubah, sedangkan perintah berhijab ngga akan berubah sampe akhir jaman. Pas aku baca-baca di banyak kajian, aku jadi mikir, justru hijab syar’i itulah yang memerdekakan kita dalam kekangan fashion dan trend.

Aku lupa baca dimana ( ._.) hijab itu fungsinya untuk melindungi wanita, ngga bikin kita jadi mencolok. Kayak Fatimah putrinya Rasulullah yang seumur hidupnya dia ngga terlihat dan ngga memperlihatkan diri pada laki-laki bukan muhrim (got the point?). Dengan kita yang pake jilbab modis tentu akan menarik perhatian orang-orang terutama cowo. Artinya, meski berjilbab, tetapi menyalahi fungsi jilbab itu sendiri.

Allah emang menyukai keindahan, tetapi kita jangan lupa bahwa Allah ngga menyukai segala sesuatu yang berlebihan. Waktu aku mampir ke blog kajian-kajian jilbab modis (terutama yang ditulis oleh cowo-cowo), mereka mengakui emang senang ngeliat cewe berjilbab, bening, dan modis. Sayangnya (menurut mereka -terutama yang punya saudara atau teman perempuan), keindahan itu didalangi oleh hal-hal yang berlebihan seperti cewe-cewe berjilbab itu terlalu memikirkan mode dan dikit-dikit pengen beli jilbab dan baju (ngga ada habisnya), sampai akhirnya jadi korban dari mode “hijabers”.

Kalau ngga kayak hijabers atau at least jilbab atau bajunya dimodel-model gitu ya ngga bagus malah jadi ngga pede keluar rumah. Dengan adanya komunitas hijabers juga kesannya jadi mengkotak-kotakkan pemakai jilbab. Yang modis dibilang ciye-hijabers, sedangkan yang ngga modis dibilang jilbab rohis yang kesannya kuper dan ngga gaul.

Aku sambil baca, sambil bengong, sambil termenung, sambil mikir (ternyata masih bisa mikir –“)… Bener juga ya. Mungkin aku dan teman-teman yang sudah berhijab perlu meluruskan niat. Kita berhijab untuk menyenangkan Allah atau menyenangkan mata manusia. Kita berhijab kan untuk memenuhi kewajiban kita sebagai wanita baligh beragama Islam

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s